Perbedaan Akuntansi Manajemen dengan Akuntansi Keuangan

Tulisan kali ini akan mengupas perbedaan antara akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan. Diharapkan akan memberi wawasan baru bagi Anda yang ingin mengenal akuntansi secara lebih mendalam.

  1. Kegunaan Internal Manajer. Pada dasarnya, akuntansi manajemen lebih banyak digunakan untuk keperluan internal manajemen dan manajer. Oleh karena itu, manajer tidak membutuhkan informasi yang sama seperti yang dibutuhkan oleh pihak eksternal seperti pemegang saham, kreditor, dan pihak-pihak eksternal yang lain. Manajer harus memimpin operasional perusahaan sehari-hari, merencanakan masa depan memecahkan masalah, dan membuat berbagai keputusan rutin dan tidak rutin, yang semua ini memerlukan input informasi khusus milik sendiri. Kebanyakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer untuk tujuan tersebut membingungkan atau kurang berharga bagi pemegang saham dan pihak eksternal lainnya.
  2. Menitikberatkan Masa Depan. Salah satu aktivitas manajemen yang sangat mendasar adalah perencanaan (planning) yang tentu saja lebih berorientasi pada masa depan. Akuntansi manajemen banyak digunakan untuk aktivitas perencanaan tersebut, seperti analisis biaya-volume-profit, dll. Jadi, akuntansi manajemen memang lebih menitikberatkan masa depan. Hal ini kontras dengan akuntansi keuangan yang lebih berorientasi pada masa lalu. Neraca, laporan rugi-laba, laporan arus kas yang merupakan produk akuntansi keuangan menggunakan data-data masa yang terjadi pada masa lalu (historis).
  3. Prinsip Akuntansi Berterima Umum. Akuntansi manajemen lebih berfokus pada teknik-teknik akuntansi yang digunakan untuk keperluan internal perusahaan. Oleh karena itu tidak memerlukan standar dan prinsip akuntansi berterima umum. Hal ini sangat kontras dengan akuntansi keuangan yang menekankan penyajian laporan keuangan sesuai prinsip akuntansi berterima umum. Hal ini mudah dipahami karena akuntansi keuangan digunakan oleh pihak-pihak eksternal. Pihak-pihak eksternal tersebut tentu saja memerlukan kesamaan pemahaman terhadap penyajian laporan keuangan. Dengan alasan tersebut, standarisasi mutlak diperlukan untuk menyamakan persepsi.
  4. Relevansi dan Fleksibilitas Data



Top